foto: agus mustawan
CITA RASA ASLI. RM Bukit Tinggi Raya menawarkan masakan padang dengan citara asli dari Padang.
RM Bukit Tinggi Raya Andalkan Kepala Kakap
KUNINGAN- Rumah makan yang menyediakan menu masakan Padang di Kuningan, boleh banyak. Tapi yang punya cita rasa sesuai dengan masakan Minang asli, jawabannya hanya satu yakni Rumah Makan Bukit Tinggi Raya. Rumah makan yang terletak di Jalan RE Martadinata ini keunggulannya selain rasanya yang legit, juga karena kokinya asli dari Kabupaten Bukit Tinggi.
Kelebihan lainnya, yakni tempatnya luas, bersih dan yang pasti harganya murah sehingga cocok untuk keluarga. “Saya membuka rumah makan Padang ini ingin menawarkan suatu yang beda, terutama dalam rasa dan bumbu asli Padang bagi pecinta masakan Padang di Kuningan,” kata Ny Ela, pemilik RM Bukit Tinggi Raya kepada Radar, kemarin(15/3).
Untuk menjaga cita rasa masakan agar benar-benar enak di lidah, dirinya sengaja memboyong koki asli dari Bukit Tinggi untuk meramu menu. “Menu boleh sama dengan yang lain, tapi cita rasa boleh diadu. Dan ini terbukti di mana pengunjung tidak pernah sepi meski baru dibuka beberapa bulan lalu,” ujarnya.
Ela manambahkan, selain menu seperti rendang, kikil, cincang juga ada menu yang dihadirkan pada hari Jumat sampai Senin yakni kepala kakap serta sop. Karena pada hari itu tingkat kunjungan meningkat terutama dari luar daerah. “Pokoknya jangan pernah mengaku hobi makan masakan Padang, kalau belum mencoba RM Bukit Tingi Raya yang merupakan Padang-nya Padang,” tandasnya.
Selain itu, dirinya juga menerima pesanan baik catering, nasi kotak dan bungkus. Untuk menu andalan sendiri, semuanya juga andalan tapi yang paling digemari adalah rendangnya yang bumbunya legit dan dagingnya empuk. “Saya sangat bersyukur ternyata respons dari pecinta masakan padang di Kuningan sangat tinggi. Yang datang juga dari berbagai lapisan masyarakat. Ini menandakan bahwa masakan padang dicintai oleh semua karena harganya terjangkau,” tutur Ela lagi.
Meski saat ini jumlah masakan padang semakin menjamur, namun dia tidak merasa khawatir akan tersaingi. Justru dengan kehadirannya membuktikan bahwa pecinta semakin meningkat. “Namanya bisnis kuliner tidak akan pernah mati selama manusia ada. Sebab